Rabu, 09 Oktober 2013

hdhbhtyddrugyruydehruegyewhtuiestheystheitjeustyeusdiyhdryteuthestgetjrhy

MAKALAH
logo akbid copyANATOMI DAN FISIOLOGI PERUBAHAN TM.1 ,2 DAN 3 PADA SISTEM KARDIOVASKULER,INTEGUMEN DAN METABOLISME





Kelompok 7:
1.     Maziatul Ummah  Nim: 0612031
2.     Mustika Rahayu    Nim: 0612032
3.     Ni Made Devi A.   Nim: 0612033
4.     Nina Ardika S.       Nim: 0612034
5.     Novita Sandra        Nim: 0612035



AKADEMI KEBIDANAN AR-RUM SALATIGA
TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

           Segala puji dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkat, rahmat, dan karunia-Nya dapat diselesaikan penyusunan Makalah dengan judul “ ANATOMI DAN FISIOLOGI PERUBAHAN TM.1, 2 DAN 3 PADA SISTEM KARDIOVASKULER,INTEGUMEN DAN METABOLISME”.         
            Makalah dengan judul “ANATOMI DAN FISIOLOGI PERUBAHAN TM.1 ,2 DAN 3 PADA SISTEM KARDIOVASKULER,INTEGUMEN DAN METABOLISMEdisusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah ASKEB III Akademi Kebidanan Ar-Rum Salatiga.
                                             
Dalam kesempatan ini diucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moral maupun spiritual dalam menyelesaikan Makalah ini. Kepada  yang  terhormat:
1.    Ibu Risnawati, S.SiT selaku Direktur Akademi Kebidanan Ar-rum Salatiga dan dosen pembimbimbing mata kuliah ASKEB III.
2.    Seluruh Dosen dan staf Akademi Kebidanan Ar-rum Salatiga yang senantiasa memberikan motivasi.
3.    Teman-teman seangkatan program DIII Kebidanan Ar-Rum Salatiga.

         Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi penulis dan bagi teman sejawat pada umumnya.
                                                                                                                             
Salatiga, 26 Agustus 2013  
                           
Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................. ......      i
KATA PENGANTAR.................................................................................. .       ii
DAFTAR ISI..................................................................................................      iii

BAB I   PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang........................................................................................... 1
B.  Rumusan Masalah..................................................................................... 2
C. Tujuan......................................................................................................... 2
DManfaat………….......................................................................................  2

BAB II   ISI
A. Sistem Kardiovaskuler/sirkulasi Darah ………………………………………3         
B. Sistem Integumen / Kulit............................................................................  5
C. Sistem Metabolisme.................................................................................... 8

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan............................................................................................... 11
B.    Saran......................................................................................................   11

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................   iv





BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian dalam satu kesatuan yang dimulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan system kardiovaskuler, integument dan metabolism sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi dan persalinan dengan kesiapan untuk memelihara bayi.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut, ibu hamil mengalami perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari trimester I, sampai dengan trimester III kehamilan.Perubahan-perubahan anatomi tersebut meliputi perubahan sistem kardiovaskuler,perubahan sistem integumen, dan perubahan sistem metabolisme.
Perubahan pada sistem kardiovaskuler seperti peningkatan volume darah yang darah yang dapat menyebabkan terjadinya pre eklamsi dan terjadi penurunan kadar HB  sering menyebabkan anemia fisologis.
Perubahan pada sistem integumen sering terjadi perubahan pada pigmentasi pada payudara,abdomen,vulva dan muka.
Perubahan pada sistem metabolisme terjadi peningkatan metabolisme basal, ketidakseimbangan yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti hiperemesis , diabetes, dll.
Memang adakalanya perubahan yang terjadi tidakbegitu nyaman dirasakan. Namun demikian, selama sifatnya masih fisiologis atau memang normal terjadi dalam proses kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu aktivitas, dianggap normal. Sebaliknya bila gejala-gejala tersebut mulai berlebihan dan menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengganggu aktivitas dan bahkan sampai dehidrasi tentu bukan hal yang normal lagi.




B.  RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang kami angkat yaitu
mengenai kardiovaskuler, integumen, metabolisme pada ibu hamil trimester I, II, III.

C.  TUJUAN
a.       Tujuan umum
Mengetahui bagaimana memahami perubahan kardiovaskuler, integumen, dan metabolisme pada tiap trimester.
b.      Tujuan khusus
Mengetahui kajian apa saja yang dapat dipecahkan dalam makalah ini dari bahasan perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, III.

D.  MANFAAT
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    SISITEM KARDIOVASKULER/SIRKULASI DARAH
Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

1. Fungsi sistem kardiovaskuler ( jantung )
Memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme. Secara normal setiap jaringan dan organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah yang cukup sehingga jaringan dan organ tubuh menerima nutrisi dengan adekuat. Sistem kardiovaskular yang berfungsi sebagai sistem regulasi melakukan mekanisme yang bervariasi dalam merespons seluruh aktivitas tubuh. Salah satu contoh adalah mekanisme meningkatkan suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan tertentu, darah akan lebih banyak dialirkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak untuk memelihara sistem sirkulasi organ tersebut.

Komponen Sistem Kardiovaskular:
Sistem kardiovaskular merupakan suatu sistem transpor tertutup yang terdiri atas:
A.    Jantung, sebagai organ pemompa.
B.     Komponen darah, sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi.
C.     Pembululi darah, sebagai media yang mengalirkan komponen darah.


Perubahan anatomi dan fisiologi adaptasi pada ibu hamil kardiovaskuler
1.      Trimester I
Sirkulasi darah itu dalam kehamilan dipengaruhi oleh sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar pula, uterus yang membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula, mammae dan alat lain yang memmang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume plasenta maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu usia kehamilan dan terus menerus meningkat sampai 30-34 minggu, sampai ia mencapai titik maksimum.
Perubahan rata-rata volume plasenta maternal berkisar antara 20-100%. RBC meningkat 18% tanpa suplemen-suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume plasma meningkat rata-rata 50% sementara massa RBC meningkat hanya 18-30%, maka terjadi penurunan hematokrit selama kehamilan normal sehingga disebut anemia fisiologis.
    Tekanan darah akan turun selama 24 minggu pertama kehamilan akibat terjadi penurunan dalam perifer vaskuler resistence yang disebabkan oleh peregangan otot halus oleh progestrone. Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg dan diastolic pada 10-15 mmHg. Selama kehamilan normal cardiac output meningkatkan sekitar 30-50% dn mencapai level maksimumnya selama trimester pertama atau kedua dan tetap tinggi selama persalinan.
Hipertropi (pembesaran atau dilatasi ringan jantung mungkin disebabkan oleh peningkatan volume darah dan curah jantung. Karena diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat ke atas dan berotasi ke depan dan ke kiri. Impuls pada apeks, titik impuls maksimum (point of maksimum impuls/PMII) bergerak ke atas dan lateral sekitar 1-1,5 cm. Derajat pergeseran tergantung pada lama kehamilan dan ukuran serta posisi uterus. Pada akhir trimester I mulai terjadi palpitasi karena pembesaran ukuran serta bertambahanya cardiac output. Hidung tersembat /berdasas karena pengaruh hormone estrogen dan progesterone terjadi pembesaran kapiler, relaksai otot vaskuler serta peningkatan sirkulasi darah.

2.      Trimester II
Pada usia kehamilan 16 minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses hemodilusi.
Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit demmi sedikit naik kembali pada tekanan darah sebelum aterem.
Perbubahaqn auskultasi mengiringi perubahaqn ukuran dari posisi jantung. Peningkatan volume darah dan curah jantung juga menimbulkan perubahan hasil uskultasi yang umum terjadi selama masa kehamilan. Bunyi splitting S1 dan S2 lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar setelah minggu ke-20 gestasi. Selain itu murmurejeksi sistoloik tingkat II dapat didengar didaerah pulmonal. Antara minggu ke-14 dan ke-20, denyut meningkat perlahan, mencapai 10 sampai 15 kali permenit, kemudian menetap sampai aterm. Dapat timbul palpitasi.
3.      Trimester III
Selama kehamilan jumlah leukosit akan meningkat yakni berkisar antara 5000-12000 dan mencapai puncaknya pada saat persalinan dan masa nifas berkisar 14000-16000 penyebab peningkatan ini belum diketahui. Respon yang sama diketahui terjadi selama dan setelh melakukan latihan yang berat. Distribusi tipe sel juga kan mengaami perubahan. Pada kehamilan, terutama trimesetr ke-3, terjadi peningkatan jumlah granulosit dan limfosit dan secara bersamaan limfosit dan monosit.

B.   SISTEM INTEGUMEN / KULIT
Sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi terhadap lingkungan sekitarnya . Merupakan organ terbesar (16 % dari BB), yang membungkus seluruh permukaan tubuh. membungkus seluruh permukaan tubuh .

Ciri-Ciri Kulit :
1.      Pembungkus yang elastis yang melindungi kulit dari pengaruh lingkungan.
2.      Alat tubuh yang terberat : 15 % dari berat badan.
3.      Luas : 1,50 – 1,75 m.
4.      Tebal rata – rata : 1,22mm.
5.      Daerah yang paling tebal : 66 mm, pada telapak tangan dan telapak kaki dan palingtipis : 0,5 mm.pada daerah penis.
Fungsi Kulit :
a.             Perlindungan
b.         Mencegah dehidrasi
c.          Rangsangan luar
d.         Menyimpan lemak
e.          Sintesis Vitamin D
f.           Menghasilkan bau
g.         Pengaturan suhu/ homeostasis



Kelenjar – Kelenjar Pada Kulit :
1.      Kelenjar Sebasea
         Berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.
2.      Kelenjar keringat
Diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
a.       kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.
         Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh.Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
b.      Kelenjar Apokrin.
          Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut.Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada sklus haid. Kelenjar apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila.Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut K. seruminosa yang menghasilkan serumen.

 Perubahan anatomi dan fisologi adaptasi pada ibu hamil system integument
1.      Trimerster I
Perubahan keseimbangan hormon dan peregagangan mekanis menyebabkan timbulnya beberapa perubahan dalam sistem integumen selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan penebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktifitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktifitas vasomotor. Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan strie-gravidarum, atau tanda regangan. Respon alegri kulit meningkat.
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu, pigmentasi ini disebabkan pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini adalah salah satu hormon yang dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, hidung, dikenal sebagai diasmagravidarum. Didaerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama juga di areola mammae.
Linea alba pada kehamila menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Linea nigra adalah garis pigmentasi dari simpisis pubisa sampai kebagian atas fundus di garis tengah tubuh. Kulit perut juga tampak seolah-olah retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Setelah partus, striae livide ini berubah menjadi putih disebut striae albicans. Pada seorang multigraviada sering tanpak striae livide dan bersama dengan striae albicans.
Angioma atau telengiektasis umumnya disebut vascular spiders. Angioma adalah ujung arteriola yang berdenyut dan sedikit menonjol, berbebtuk kecil seperti bintang atau cabang. Spiders hasil peningkatan kadar estrogen dalam sirkulasi, biasanya ditemukan di leher, daa, lengan. Spiders juga dideskripsikan berwarna kebiruan dan tidak hilang bila ditekan. Vascular spiders terlihat pada bulan ke-2 – ke-5 kehamilan pada 65% wanita kulit putih dan 10% wanita afrka-amerika. Biasanya hilang setelah melahirkan.
Bercak berbatas tegas atau mottling difus yang berwarna kemerahan tanpak pada permukaan telapak tangan 60% wanita hamil berkulit putih dan 35% wanita afrika=amerika.  Epulis ialah suatu noddul berwarna merah pada gusi yang mudah berdarah lesi ini dapat imbul pada sekitar bulan ke-3 dan biasasanya terus memebesar seiring kemajuan kehamilan. Pertumbuhan kuku mengalami percepatan selama masa hamil. Kulit berminyak dan acne vulgaris dapat timbul selama kehamilan. Pada wanita lain, kulit bersih dan kulit berseri. Dapat terjadi peningkatan pertumbuhan rambut halus, tapi akan hilang setelah kehamilan berakhir.


2.      Trimester II
Akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun meningkat. Pada terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh MSH dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae-gravidarum livide atau alba, areola mammae, papila mammae, linea nigra, pipih (chloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan menghilang.

3.      Trimester III
Pada kulit  dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah payudara dan paha perubahan ini dikenal dengan striae gravidarum.
Pada mutipara selain striae kemerahan itu sering kali di temukan garis berwarna perak berkilau yangmerupakan sikatrik dari striae sebelumnya. Pada kebanyakan perempuan kulit digaris pertengahan perut akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang di sebut dengan linea nigra. Kadang-kadang muncul dalam ukuran yang variasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau melasma gravidarum, selain itu pada areola dan daerah genetalia juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan.
Pigmentasi yang berlebihan biasanya akan hilang setelah persalinan.

C.    SISTEM METABOLISME
Sistem metabolisme  adalah istilah untuk menunjukan perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi didalam tubuh untuk pelaksanaan berbagai fungsi vitalnya. Dengan terjadinya kehamilan, metabolisme mengalami perubahan yang mendasar, dimana perubahan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI.
1.         Trimester I-III
Pada wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi.
Tanda wanita hamil basal metabolic rate (BMR) meninggi. BMR meningkat hingga 15-20% yang umumnya terjadi pada triwulan terahir.kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidratarang, khususnya ssudah kehamilan 20 minggu ke atas. Akan tetapi bila dibutuhka dipakaialah lemah ibu untuk mendapatkan kalori dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam keadaan biasa wanita cukup hemat dalam pemakaian tenaganya. BMR kembal setelah hari ke-5 atauke-6 setelah pascapartum. Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan  kebutuhan oksigen pada janin, plasenta, uterus serta peningkatan konsumsi oksigen akibat peningkatan kerja jantung ibu. Pada kehamilan tahap awal banyak wanita mengeluh merasa lemah dan letih setelah melakukan aktivitas ringan. Perasaan ini sebagian dapay disebabkan oleh peningkatan aktifitas metabolic.
1.                     Berat badan dan indeks masa tubuh
Pada  dua bulan pertama kenaikan badan belum terlihat, tetapi baru tanpak dalam bulan ke-3
2.                  Darah dan pembekuan darah
Kehamilan menghasilkan perubahan dalam harga-harga normal berbagai hasil pemeriksaan laboraturium. Perubahan ini terjadi karena :
1.   Perubahan fungsi endokrin maternal
2.   Tumbuhnya lasenta yang juga berfungsi sebagai alat endokrin.
Kebutuhan metabolisme meningkat karena pertumbuhan janin.
Jenis pemeriksaan
nilai
Mekanisme
hemoglobin
Turun sampai 10%
Hemodulusi karena kenaikan volume darah
 Hematokrit
Turun sampai 30%
Hemodulusi karena kenaikan volume darah
Leukosit
Naik sampai 15000 / mm3
Respon terhadap naiknya kortikosteroid
KED
Naik s/d 40 mml /jam
Naiknya fibrinogen,hemodilusi
Kalium 
Turun s/d 3 mEq/1
Alkalosis respiraasi
Na-Q 
Tidak berubah
-
BUNkreatitnin
Turun s/d 5/10 mg%Turun s/d 0,3-0,8 mg%
NaiknyaGFR, hemodilusi
Gula darah puasa
Batas antara turun s/d 90 mg%
Naiknya insulin
Gula darah 2 jam post prandial
Batas naik s/d 145 mg%
HPL, estrogen

Dengan terjadinya kehamilan, metabolise tubuh mengalami perubahan yang mendasar, dimana kebutuhan nutrisi makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan persiapan memberikan ASI.
Perubahan metabolosme adalah metabolise basal naik sebeasr 5%-20% dari semula terutama pada trimester ke-3
1.      Keseimbangan asam basal mengalami penurunan dari 155 mEq per liter menjadi 145 meq perliter disebabkan hemoludasi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan janin.
2.     Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan janin dan persiapan laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi /2gr / kg BB atau sebutir telur ayam sehari
3.      Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak dan protein
4.      Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil meliputi
5.      Um i,5 gr setiap hari, 30-40 gr untuk pembentukan tulag janin
6.      Pospot rata-rata 2 gr dalam sehari
7.      Zat besi, 800 ml ataqu 30-50 ml/hari
 ibu hamil memerlukan  air cukup banyak dan dapat terjadi retensi air.












BAB III
PENUTUP


A.  KESIMPULAN
Dengan data tersebut di atas dapat disimpulkan antomi dan adaptasi fisiologi kardiovaskuler, integumen, dan metabolisme tiap trimester mengalami perubahan, dan perubahan tersebut ada pengaruhnya.
B.  SARAN
Jika ada kesalahan atau kurang lengkap pada makalah ini silahkan anda mengkritik atau menambah kekurangan tersebut sendiri.





DAFTAR PUSTAKA

Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.
Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC


Jumat, 12 April 2013

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA MITOS SEPUTAR KEHAMILAN DAN KELAHIRAN DI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF KEBIDANAN BIDANG KEGIATAN: PKM-AI Diusulkan oleh: Mustika Rahayu (0612032) 2012/2013 Rahhmawati Ning Rum (0612037) 2012/2013 Triantika Sabbtina (0511062) 2011/2012 AKADEMI KEBIDANAN AR-RUM SALATIGA 2013


                                               
THE MYTH OF PREGNANCY AND BIRTH IN THE PERSPECTIVE OF MIDWIFERY 
Mustika Rahayu, Rahhmawati Ning Rum, Triantika Sabbtina 
Students, DIII Midwifery, Midwifery Academy Ar-Rum Salatiga 
ABSTRACT  a
Indonesia many myths surrounding pregnancy and birth are circulating in the community. Both in terms of food, behavior, or all things related to daily life pregnant or the baby, for example, pregnant women should not eat pineapple, pregnant and her husband is not allowed to kill animals, and pregnant women are also not allowed out at night and so on One district that has a mythical pregnancy and high birth Gilirejo, Wonosegoro, Boyolali. Myths that developed in this region include the mother should not eat papaya leaves and basil leaves. Additionally during the solar eclipse pregnant women should be washed out and washed down the shower because if not scared later when his son was born a black mark on his body. The purpose of writing a scientific article on the Myth of Pregnancy and Birth Midwifery Society in Perspective is to provide an overview and explanation to the public about the myths that exist in Gilirejo, Wonosegoro, Boyolali so they can have a good overview of the myths and myths are bad for health. The method used in the preparation of scientific articles Myths Pregnancy and Birth Midwifery in the Community Perspective interviews and library research methods. Gilirejo, Wonosegoro, Boyolali especially young couples, housewives and women in general, need to be careful in trusting and take a stand on various myths that exist because there are some myths which can be dangerous if it is believed that directly endanger health mother and baby. Keywords: Myths, Pregnancy, Birth, Community, Midwifery  
MITOS KEHAMILAN DAN KELAHIRAN DI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF KEBIDANAN 
Mustika Rahayu, Rahhmawati Ning Rum, Triantika Sabbtina 
Mahasiswa, DIII Kebidanan, Akademi Kebidanan Ar-Rum, Salatiga 
ABSTRAK 
Banyak mitos di Indonesia seputar kehamilan dan kelahiran yang beredar di masyarakat. Baik dari segi makanan, tindak tanduk, atau semua hal yang berkaitan dengan keseharian  ibu hamil ataupun si jabang bayi, misalnya ibu hamil tidak boleh makan nanas, ibu hamil maupun suaminya tidak diperbolehkan untuk membunuh binatang, serta ibu hamil juga tidak diperbolehkan keluar pada malam hari dan sebagainya.    Salah satu kabupaten yang memiliki mitos kehamilan dan kelahiran yang tinggi yaitu desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali. Mitos yang
berkembang di wilayah ini antara lain ibu tidak boleh makan daun pepaya dan daun kemangi. Selain itu pada saat gerhana matahari ibu hamil harus dimandikan di luar dan diguyur karena jika tidak mandi maka takut nanti ketika lahir anaknya ada tanda hitam di tubuhnya.   Tujuan penulisan artikel ilmiah Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat dalam Perspektif Kebidanan yaitu untuk memberikan gambaran dan penjelasan kepada masyarakat mengenai mitos yang ada di desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali sehingga mereka dapat mempunyai gambaran mitos yang baik dan mitos yang buruk bagi kesehatan.  Metode yang digunakan  dalam penyusunan artikel ilmiah Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat dalam Perspektif Kebidanan yaitu metode wawancara dan metode studi pustaka.    Masyarakat desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali khususnya pada pasangan muda, ibu rumah tangga dan wanita pada umumnya, perlu berhati-hati dalam mempercayai dan mengambil sikap atas berbagai mitos yang ada karena ada sebagian mitos tersebut yang berbahaya jika diyakini yang bisa secara langsung membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Kata Kunci: Mitos, Kehamilan, Kelahiran, Masyarakat, Kebidanan 
PENDAHULUAN 
Banyak mitos di Indonesia seputar kehamilan dan kelahiran yang beredar di masyarakat. Baik dari segi makanan, tindak tanduk, atau semua hal yang berkaitan dengan keseharian  ibu hamil ataupun si jabang bayi. Tradisi ini amat kuat diterapkan oleh masyarakat. Di desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, kabupaten Boyolali  masyarakatnya masih percaya terhadap mitos-mitos seputar kehamilan dan kelahiran. Mitos-mitos tersebut dipercaya sebagai amanat atau pesan dari nenek moyang yang jika tidak ditaati akan menimbulkan dampak atau karma yang tidak menyenangkan. Padahal jika dinalar dengan akal sehat, diteliti dari segi medis, maupun dari segi akidah, banyak mitos yang tidak berhubungan. Walaupun maksud dari nenek-nenek moyang semuanya adalah baik tetapi tidak semua dari nasehat atau pantangan kehamilan yang diberitahukan itu benar secara medis maupun ilmiah. Kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayan saja daripada kenyataannya, contohnya ibu hamil disarankan  memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalamnya agar janin terhindar dari marabahaya, ibu hamil juga tidak boleh makan  nanas dan jeruk karena mitosnya dapat menyebabkan  keputihan, keguguran, meningkatkan lender di paru-paru dan bayi kuning. Adanya uraian  bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan kepada masyarakat mengenai mitos yang ada di kecamatan Wonosegoro, Boyolali serta melakukan pelurusan terhadap anggapan masyarakat yang mempercayai mitos-mitos tersebut yang mengakibatkan rendahnya kesehatan ibu hamil. Maka dari itu penulis membuat artikel ilmiah yang berjudul “Mitos Seputar Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat dalam Perspektif Kebidanan” ini untuk memenuhi tujuan di atas.  
TUJUAN 
Tujuan penulisan artikel ilmiah Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat dalam Perspektif Kebidanan yaitu untuk menambah pengetahuan mengenai kebenaran dari mitos-mitos yang sudah ada serta memberikan gambaran dan penjelasan kepada masyarakat mengenai mitos yang ada di desa Gilirejo,  kecamatan Wonosegoro,  Boyolali sehingga mereka dapat mempunyai gambaran mitos yang baik dan mitos yang buruk bagi kesehatan.   
METODE 
Metode pelaksanaan yang digunakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  yaitu metode kerja kolaboratif antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak terkait yang mendukung Program Kreativitas Mahasiswa. Selain metode kerja kolaboratif, dalam pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  juga menggunakan metode lain yaitu: 1. Metode Wawancara Tim pelaksana kegiatan melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan  bertatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data. 2. Metode Studi Pustaka Pengumpulan data dilakukan dengan mencari informasi melalui referensi buku yang akurat serta dari media internet. 
HASIL DAN PEMBAHASAN 
A. Pengertian Pengertian yang didapat dari Wikipedia Indonesia, Mitos (bahasa Yunani: – mythos) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar- benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi  oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia  lain (kayangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar  terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar–benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya (Bencoolen, 2011). Mitos termasuk pengetahuan (knowledge) dimana pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indranya, yang berbeda sekali dengan kepercayaan (beliefs), takhayul
(superstitions), dan penerangan-penerangan yang keliru (misinformations) (Soekanto, 2006). Konteks bahasan artikel ilmiah Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat dalam Perspektif Kebidanan, mitos dibatasi pada pembahasan mitos seputar kehamilan dan kelahiran, sehingga dapat diartikan bahwa mitos seputar kehamilan dan kelahiran adalah segala sesuatu baik itu berupa ucapan maupun keyakinan yang berhubungan dengan alam gaib yang dipercaya membawa akibat langsung  terhadap kehidupan nyata dalam lingkup kehamilan dan kelahiran. 
B. Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Masyarakat Umum 1. Ibu hamil tidak boleh keluar malam karena mitosnya banyak roh jahat yang akan mengganggu janin. 2. Baik ibu yang sedang hamil maupun suaminya tidak boleh membunuh atau menyiksa binatang karena mitosnya bayi akan  menyerupai hewan yang dibunuh atau disiksa. 3.  Ibu tidak boleh duduk atau berdiri di ambang pintu karena mitosnya mengakibatkan  kelahiran Caesar.  4. Ibu hamil tidak boleh menjahit baju  karena ditakutkan anaknya akan lahir dengan bibir sumbing. 5. Ibu disarankan  memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam karena mitosnya agar janin terhindar dari marabahaya.  6. Ibu hamil disarankan minum jamu karena mitosnya mengonsumsi jamu membuat janin lebih aman.  7. Ibu hamil tidak boleh makan  nanas dan jeruk karena mitosnya dapat menyebabkan  keputihan, keguguran, meningkatkan lender di paru-paru dan bayi kuning.  8. Ibu hamil disarankan minum minyak kelapa karena mitosnya dapat memudahkan persalinan. 9.  Ibu hamil tidak boleh makan daun kemangi karena mitosnya dapat membuat ari-ari lengket sehingga mempersulit persalinan. 10. Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan, menyuburkan rambut bayi, dan membuat kulit bayi putih. 11. Minum es menyebabkan janin tumbuh besar di dalam kandungan, sehingga dapat mempersulit persalinan. 12. Minum susu kedelai atau makanan yang terbuat dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih. 13. Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki.     
C. Mitos Kehamilan dan Kelahiran di Desa Gilirejo, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali 
Bahasan masalah mitos kehamilan dan kelahiran diambil sampel pada masyarakat di sekitar daerah tempat tinggal penulis. Responden diambil secara acak dari warga dengan aneka profesi dan tingkat pendidikan. Sampel diambil dari desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, kabupaten Boyolali. Jumlah responden 10 wanita dengan prosefi dan tingkat pendidikan berbeda. Mitos kehamilan dan kelahiran yang berkembang di desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali antara lain: 1. Mitos Prakehamilan a. Jika hamil baru 2 minggu jangan diberitahukan ke siapapun dulu agar tidak keguguran. Dari sisi medis: bahwa terjadinya keguguran pada janin bisa terjadi karena faktor-faktor medis dan teknis. Tidak berkaitan dengan proses komunikasi verbal terkait dengan informasi tentang kehamilan seorang wanita, justru pada minggu pertama saja sudah bisa diketahui kehamilannya dengan melakukan tes kehamilan. b. Jika ada burung hantu bunyi di dekat rumah berarti akan ada yang hamil Dari sisi medis reproduksi : kehamilan seorang wanita tidak ada hubungannya sama sekali dengan burung atau hewan lain, akan tetapi proses kehamilan terjadi karena terjadinya pertemuan sel sperma dan sel telur melalui proses persenggamaan. 2. Mitos  Saat Kehamilan  a. Baik ibu yang sedang hamil maupun suaminya tidak boleh membunuh atau menyiksa binatang karena mitosnya bayi akan  menyerupai hewan yang dibunuh atau disiksa, tapi sebenarnya suami dan istri diimbau  untuk mengendalikan emosi agar tidak menjadi contoh buruk bagi anak. c. Ibu disarankan  memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam karena mitosnya agar janin terhindar dari marabahaya, tapi faktanya yang bahaya justru bila gunting atau pisau kecil itu menusuk kulit ibu. d. Ibu hamil dilarang melayat karena mitosnya janin akan terkena sawan mayat dan bayi tersebut ketika lahir akan bertubuh kurus kering, tapi faktanya melayat atau tidak melayat tidak mempengaruhi keadaan janin karena itu hanya tergantung pada keyakinan ibu terhadap mitos tersebut. e. Saat terjadi gerhana bulan ibu hamil diharuskan untuk mandi di luar rumah karena jika tidak mandi maka takut nanti ketika lahir anaknya ada tanda hitam di tubuhnya. “Mandi di luar rumah saat gerhana bulan adalah kepercayaan dan tradisi di desa Gilirejo. Kami percaya jika ibu hamil mandi saat gerhana bulan terjadi, maka hal itu bisa membuat jabang
bayi lahir dengan selamat, mulus tanpa ada cacat,” ujar Hasnah, salah seorang ibu hamil yang menjadi responden serta ikut menjalankan tradisi mandi di luar rumah saat gerhana bulan. f. Upacara 7 Bulanan agar persalinan lancar Pada Upacara 7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan belut melalui kain sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan belut keluar dengan lancar (tidak menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar. Tentu saja itu tidak benar, karena lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling mendukung, bisa ditebak pasti lancar. g.  Ibu hamil tidak boleh makan daun pepaya karena mitosnya dapat mengeruhkan air ketuban dan mengakibatkan janin keracunan, tapi faktanya daun pepaya mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan ibu dan janin. h. Ibu hamil disarankan minum minyak kelapa karena mitosnya dapat memudahkan persalinan, tapi faktanya minyak kelapa tidak berpengaruh pada persalinan, namun jika ibu meyakini maka diperbolehkan meminumnya demi ketenangan psikologinya. i. Ibu hamil tidak boleh makan  nanas dan jeruk karena mitosnya dapat menyebabkan  keputihan, keguguran, meningkatkan lender di paru-paru dan bayi kuning, tapi faktanya nanas dan jeruk kaya akan vitamin C, serta dapat membantu penyerapan zat besi, dan menurunkan risiko  infeksi dan prematuritas, tapi bila berlebih (lebih dari 1000 mg/hari) mencetus maag dan batu ginjal jika sensitive. 
3. Mitos Pasca Melahirkan a. Ibu hamil tidak boleh makan ikan karena mitosnya darah nifasnya akan berbau amis, tapi sebenarnya ibu hamil dianjurkan makan ikan yang segar dan matang karena memiliki efek positif terhadap daya tahan tubuh, juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka usai bersalin. b. Bayi usia seminggu diberi makan pisang dicampur nasi agar tidak kelaparan. Namun sebenarnya usus bayi di usia ini belum punya enzim yang mampu mencerna karbohidrat dan serat-serat tumbuhan yang begitu tinggi. Akibatnya, bayi jadi sembelit, karena makanan padat pertama adalah di usia 6 bulan. 
KESIMPULAN 
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Setelah dilakukan metode wawancara dan studi pustaka dapat diambil kesimpulan bahwa masih banyak
masyarakat desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali  yang percaya pada mitos-mitos kehamilan dan kelahiran.  Mitos-mitos yang ada di desa Gilirejo, kecamatan Wonosegoro, Boyolali antara lain Jika hamil baru 2 minggu jangan diberitahukan ke siapapun dulu agar tidak keguguran, diadakan upacara 7 Bulanan agar persalinan lancar, bayi usia seminggu diberi makan pisang dicampur nasi agar tidak kelaparan. 
DAFTAR PUSTAKA 
AtmawatiYuris.2012.Budaya-Da-Mitos-Yang-Selalu-Dihubungkan-Seputar- Kehamilan - Perawatan Anak. Avariable on. (diakses pada 20 Februari 2013).  
Bencoolen, Rafless.2011. Mitos-Mitos Selama Kehamilan ~ Bahan Kuliah Dan Makalah Kesehatan. Diunduh dari http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/ (diakses 15 februari 2013)
http://bidanku.com/forum/showthread.php/5-Kebenaran-Sebenarnya-dari-Mitos- Mitos-Kehamilan (diakses 15 Februari 2013).
http://healthiskesehatan.blogspot.com/2012/04/mitos-kepercayaan-tentang- kehamilan.html (diakses 15 Februari 2013). 
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2013/113891-Inilah-Mitos-Kehamilan- dan-Jawabannya (diakses 15 Februari 2013). 
Oktavia, Dian. 2009.Mitos-mitos Budaya Jawa dalam Masa Kehamilan, Persalinan dan Nifas. Diunduh dari http://www.scribd.com/doc/33587205/Ilmu-Sosial-Budaya-Dasar- Budaya-Jawa (diakses 20 Februari 2013). 
Soekanto, soerjono.2006. Sosiologi. Jakarta: PT  RajaGrafindo Persada. 
Wikipedia Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos (diakses 20 Februari 2013).            
Lampiran